Banyak orang tua baru mencari tes minat bakat ketika anaknya sudah bingung memilih jurusan. Padahal tes ini paling berguna jauh sebelum itu, saat hasilnya masih bisa dipakai untuk mengarahkan cara belajar, bukan hanya untuk memilih.
Kapan sebaiknya dilakukan
- Saat masuk jenjang baru (kelas VII atau kelas X), ketika guru dan anak sama-sama belum saling kenal.
- Sebelum penjurusan atau pemilihan peminatan, supaya pilihannya punya dasar.
- Menjelang lulus, saat anak menimbang studi lanjut atau jurusan kuliah.
- Kapan saja anak tampak kehilangan arah atau motivasi, sebagai titik awal percakapan dengan orang tua dan guru.
Untuk anak yang lebih kecil, pertanyaannya berbeda: apakah ia sudah siap masuk sekolah. Itu dijawab lewat tes kesiapan sekolah, bukan tes minat bakat.
Apa yang diukur
Secara garis besar ada dua hal. Minat menunjukkan bidang yang cenderung menarik perhatian anak. Bakat dan potensi belajar menunjukkan kemampuan yang sudah ada dan yang bisa dikembangkan. Keduanya perlu dibaca bersama: minat yang kuat dengan potensi yang belum memadai butuh strategi belajar yang berbeda dari potensi tinggi yang belum diminati.
Di sekolah atau perorangan
Humanika melayani tes minat bakat di sekolah untuk satu angkatan sekaligus, juga tes perorangan untuk anak yang datang bersama orang tuanya. Tes di sekolah memberi guru peta seluruh kelas. Tes perorangan memberi ruang untuk membahas hasilnya lebih panjang bersama keluarga.
Setelah hasil keluar
Lembar hasil saja tidak mengubah apa pun. Yang menentukan adalah percakapan sesudahnya. Di MTsN 1 Batam, misalnya, tes untuk seluruh kelas VII diikuti sesi briefing hasil bersama kepala madrasah, wali kelas, dan guru BK, supaya data tiap anak berubah menjadi cara mendampinginya.
Kalau anak Anda atau sekolah Anda butuh tes minat bakat, ceritakan dulu kebutuhannya. Dari situ kami sarankan jenis tes dan cara penyampaian hasil yang paling tepat.